Tuesday, July 9, 2013

Kenapa Wasir (Ambeien)Tepat Dihilangkan Dengan Barron Modern?

Kenapa Wasir (Ambeien)Tepat Dihilangkan Dengan Barron Modern?

Wasir (ambeien / hemorrhoid) adalah pembengkakan pembuluh darah vena di dubur. Pembengkakan pembuluh darah ini terjadi karena tekanan besar yang antara lain disebabkan oleh mengejan terlalu kuat atau dubur dalam posisi mengejan terlalu lama.

Barron Modern adalah pengobatan wasir (penanganan wasir) tanpa operasi, tanpa suntik, dan tanpa mondok. Cara kerjanya adalah dengan pemasangan karet khusus di pangkal wasir (ambeien) untuk menghentikan aliran darah ke wasir. Wasir akan putus dalam sekitar satu sampai dua minggu karena tidak ada aliran darah.

Artikel ilmiah oleh dr. Amy Halverson dari Amerika Serikat  yang dimuat di jurnal ilmiah “Clinics in Colon and Rectal Surgery” (Klinis dalam Operasi Kolon dan Rektum) mengatakan bahwa peluang keberhasilan penanganan wasir dengan Barron Modern adalah 80 – 90%. Barron Modern bahkan lebih baik daripada sclerotherapy (injeksi / suntik) dan Infrared / laser therapy.

Sclerotherapy adalah salah satu metode penanganan wasir (ambeien) tertua yang sudah digunakan sejak 1869. Sclerotherapy mengatasi wasir dengan cara menyuntikkan bahan kimia untuk membekukan pembuluh darah ke wasir. Sclerotherapy memiliki banyak efek samping / resiko serius antara lain kemandulan pada pria jika salah suntik, abses (nanah), reaksi alergi terhadap bahan kimia yang digunakan, dan pengerasan wasir yang menyebabkan penyempitan dubur.

Sedangkan infrared / laser therapy dinilai terlalu mahal untuk hasil yang tidak lebih baik daripada Barron Modern. Tingkat keberhasilan hanya sekitar 67%. Keberhasilan menjadi lebih tinggi jika dibantu dengan metode – metode penanganan wasir lainnya. Tidak mengherankan jika biaya membengkak.

Stadium wasir berat (stadium 4) harus dioperasi (bedah). Barron Modern – pun tidak bisa digunakan untuk wasir stadium 4. Maka, jangan mendiamkan wasir Anda. Jangan lupa, jagalah pola hidup sehat untuk mencegah wasir atau mencegah wasir bertambah parah. Misalnya, banyak minum air, makan makanan berserat (sayur dan buah), menjaga berat badan, dan tidak terlalu lama mengejan / jongkok di kamar mandi / WC.

Referensi:
  1. 1.    Halverson, A.,”Hemorrhoids”, Clinics in Colon and Rectal Surgery, 2007 May, 20(2): 77 – 85.
  2. 2.    “Complications to Sclerotherapy as Hemorrhoid Treatment”, Website. Diupdate: 2010. Diakses: 20 Februari 2013. URL: http://www.hemorrhoids.org/es/hemorrhoids/complications-to-sclerotherapy-as-a-hemorrhoid-treatment.html
  3. 3.    Scott C Thornton, MD  Associate Clinical Professor of Surgery, Yale University School of Medicine; Director, Colorectal Teaching, Bridgeport Hospital; Private Practice, Park Avenue Surgical Associates, “Hemorrhoids Treatment and Management,” Website. Diupdate: 12 September 2012. Diakses: 20 Februari 2013. URL: http://emedicine.medscape.com/article/775407-treatment#aw2aab6b6b4

No comments:

Post a Comment